Burger Bangor
Temukan Outlet
Kembali ke berita
Cara melatih anak berpuasa
General26 Februari 20264 min read

Cara Mengajarkan dan Melatih Anak Berpuasa Ramadan, Tanpa Paksaan dan Menyenangkan

By Putri Wahyuningrum

Mengajarkan anak berpuasa bukan hanya melatih mereka menahan lapar dan haus. Hal ini juga menjadi bagian dari proses menanamkan dan membentuk nilai spiritual sejak dini. Melalui puasa, anak dapat belajar tentang kesabaran, keikhlasan, serta kemampuan untuk mengendalikan diri.

Melatih si kecil menjalani puasa sebaiknya tidak berfokus pada kuat atau tidaknya menahan lapar seharian. Hal paling penting adalah bagaimana mereka menikmati proses belajarnya. Ketika anak merasa nyaman tanpa adanya tekanan atau paksaan, mereka akan lebih mudah menikmati prosesnya.

Untuk itu, artikel ini akan membagikan cara mengajarkan anak berpuasa tanpa paksaan. Melalui cara yang hangat dan menyenangkan, si kecil akan lebih semangat menjalaninya.

Usia Berapa Anak Mulai Diajarkan Berpuasa?

Sebelum masuk pada pembahasan inti, mungkin banyak orang tua yang penasaran soal usia tepat mengajarkan anak puasa. Sebenarnya tidak ada usia tepat dan pasti untuk mengajarkan anak berpuasa. Umumnya, anak usia 6 atau 7 tahun sudah mulai dilatih untuk berpuasa karena biasanya sudah mampu belajar mengendalikan diri.

Perlu dipahami pula bahwa kesiapan setiap anak pasti berbeda-beda. Sebagian anak mungkin sudah bisa berpuasa sehari penuh, sementara sebagian lain masih membutuhkan adaptasi lebih lama. Hal ini sangat wajar karena tujuan mengajarkan anak berpuasa itu untuk melatih dan membiasakan diri, bukan sebagai kewajiban beribadah.

Dalam agama Islam, kewajiban berpuasa di bulan Ramadan dimulai ketika anak sudah balig. Sebelum itu, puasa dilakukan sebagai bentuk edukasi dan latihan. Oleh karena itu, orang tua perlu mengajarkan dengan cara lembut tanpa paksaan agar anak tidak terbebani sejak awal.

Cara Melatih Anak Berpuasa

Melatih anak berpuasa memerlukan kesabaran dan membutuhkan proses yang tidak instan. Para orang tua perlu melatih dengan cara lembut, hangat, dan penuh kesabaran. Berikut cara melatih anak berpuasa:

1. Perkenalkan Makna Puasa

Langkah pertama, orang tua perlu menjelaskan dan mengenalkan makna puasa terlebih dahulu. Gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak seusianya. Sampaikan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang mengontrol diri. Dengan pengenalan makna puasa di awal, anak menjadi lebih paham tentang maksud dari berpuasa.

2. Beri Tahu Tentang Hukum Berpuasa

Orang tua juga perlu memberikan pemahaman mengenai hukum puasa dalam ajaran Islam. Jelaskan bahwa puasa adalah bagian dari rukun islam dan wajib dijalankan bagi orang muslim yang sudah balig. Cara ini membantu anak memahami hukum puasa dan menjalankan proses latihan dengan sungguh-sungguh.

3. Beri Tahu Tentang Pahala Berpuasa

Memberi tahu tentang pahala saat berpuasa bisa menjadi motivasi bagi anak agar semakin semangat menjalani puasa. Beri tahu bahwa setiap amal baik yang dilakukan di bulan Ramadan akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT. Hal ini bisa membuat anak merasa setiap usahanya bernilai.

4. Hindari Paksaan

Adanya paksaan membuat anak tertekan dan merasa tidak menyenangkan. Selain itu, paksaan bisa membuat anak menjalani puasa tidak ikhlas dari hatinya. Anak juga akan merasa terbebani untuk menjalani puasa atau bahkan enggan mencoba di kemudian hari.

5. Mulai dari Puasa Setengah Hari

Untuk melatih anak berpuasa bisa dimulai dari puasa setengah hari. Cara ini membantu mereka beradaptasi secara perlahan tanpa terbebani. Anak dapat dilatih berpuasa hingga azan zuhur terlebih dahulu sebelum akhirnya puasa penuh sampai azan magrib.

6. Lakukan Secara Bertahap dan Konsisten

Melatih anak berpuasa perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten. Penerapan yang dilakukan bertahap membantu anak menyesuaikan diri tanpa rasa kaget. Durasi puasa dapat ditingkatkan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan si kecil. Konsistensi juga penting agar si kecil merasa terbiasa dalam menjalani puasa.

7. Beri Contoh yang Baik untuk Anak

Perilaku orang tua menjadi pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan anak. Anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat setiap hari dari orang tua. Orang tua perlu menunjukkan kesabaran ketika merasa lelah, tetap berbicara lembut, dan kemampuan mengendalikan emosi saat berpuasa.

8. Sajikan Hidangan Favorit untuk Berbuka Puasa

Momen berbuka puasa menjadi hal yang paling dinantikan anak setelah seharian menahan lapar dan haus. Menyajikan hidangan favorit dapat menjadi bentuk apresiasi sederhana atas usaha yang telah mereka lakukan. Cara ini juga dapat menciptakan pengalaman puasa yang menyenangkan dan penuh kesan positif.

Salah satu hidangan yang bisa dipilih adalah Burger Bangor karena rasanya yang gurih dan familiar di lidah anak-anak. Kelezatannya bisa memberikan kesenangan bagi si kecil setelah berhasil melewati proses belajar. Burger Bangor juga memiliki beragam pilihan menu yang bisa disesuaikan dengan selera anak mulai dari Burger, Fried Chicken, hingga Sausage.

Menu Burger Juragan Cheese bisa jadi rekomendasi terbaik karena porsinya pas untuk buka puasa. Patty 100% Australian beef juicy berpadu keju slice New Zealand menciptakan rasa yang disukai anak-anak. Sebagai pelengkap waktu buka puasa, Chicken Nugget juga bisa dihadirkan sebagai takjil yang digemari anak-anak.

Baca juga: Ini Cara Tepat Mengatasi Anak Picky Eater, Para Ibu Harus Tahu!

Yuk, hadirkan sajian lezat dari Burger Bangor untuk menemani momen berbuka si kecil setelah latihan berpuasa. Pesan menu favoritnya di outlet terdekat maupun melalui layanan delivery. Buat pengalaman berpuasa lebih menyenangkan bagi si kecil bersama Burger Bangor.