Burger Bangor
Payday SalePayday Exclusive di ShopeeFood
Detail →

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi yang Lengkap dan Terstruktur

Putri WahyuningrumGeneral22 Agu 20264 min read

Share

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi

Maulid Nabi merupakan peringatan mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Peringatan ini menjadi momen bagi umat Islam untuk mengenang perjalanan hidup, meneladani akhlak, dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah. Biasanya Maulid Nabi diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti shalawat, ceramah, hingga doa bersama. 

Agar acara peringatan Maulid Nabi berjalan dengan lancar, diperlukan susunan acara yang terstruktur dari awal hingga akhir. Lantas, seperti apa susunan acara Maulid Nabi yang lengkap? Simak penjelasan berikut ini.

Keutamaan Maulid Nabi

Sebelum membahas susunan acara Maulid Nabi, penting untuk memahami terlebih dahulu makna dan keutamaan peringatan ini. Selain mengenang peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW, momen ini menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa cinta dan mempelajari keteladanan beliau. Melalui peringatan ini, umat Islam dapat kembali mengingat perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam.

Susunan Acara Maulid Nabi

Untuk memastikan peringatan Maulid Nabi berjalan dengan lancar, panitia perlu menyiapkan susunan acara yang jelas dan terstruktur. Dengan begitu, setiap rangkaian kegiatan memiliki urutan dan waktu yang telah ditentukan. 

Susunan acara Maulid Nabi ini dapat disesuaikan dengan konsep kegiatan, baik yang diselenggarakan di sekolah, masjid, maupun di lingkungan masyarakat. Berikut contoh susunan acara Maulid Nabi yang bisa dijadikan referensi:

1. Pembukaan

Acara Maulid Nabi bisa diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Pada sesi ini, pembawa acara menyampaikan salam, menyapa para tamu undangan, serta mengucapkan rasa syukur atas kesempatan berkumpul. Kemudian membacakan susunan acara yang akan berlangsung agar seluruh peserta mengetahui rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

Setelah pembukaan, acara bisa dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Sesi ini dapat diisi oleh qari atau qariah yang telah ditunjuk oleh panitia. Pemilihan ayat sebaiknya disesuaikan dengan tema Maulid Nabi agar dapat menjadi pengantar menuju pembahasan materi.

3. Sambutan Tokoh Masyarakat

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari tokoh masyarakat, ketua panitia, ketua RT/RW, atau kepala sekolah jika diadakan di lingkungan sekolah. Kata sambutan biasanya berisi ucapan salam, rasa syukur, tujuan pelaksanaan, serta harapan agar kegiatan bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir. Sebaiknya, kata sambutan disampaikan secara singkat agar rangkaian acara berjalan dengan efektif.

Baca juga: Contoh Kata Sambutan Singkat, Cocok untuk Berbagai Acara

4. Pembacaan Shalawat Nabi

Pembacaan shalawat menjadi rangkaian penting dalam Maulid Nabi sebagai sarana untuk mengingat dan mengungkapkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Sesi ini bisa dipimpin oleh ustaz atau grup hadrah yang telah ditunjuk oleh panitia. Seluruh peserta dapat mengikuti lantunan shalawat bersama-sama dengan suasana yang khidmat.

5. Ceramah atau Tausiyah

Ceramah atau tausiyah menjadi rangkaian inti dalam acara peringatan Maulid Nabi. Pada sesi ini, ustaz, ustazah, atau penceramah yang telah diundang akan menyampaikan kajian seputar kelahiran, perjuangan, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Melalui rangkaian ini, peserta diharapkan dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidup Rasulullah dan menerapkan nilai-nilai terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

6. Doa Bersama

Sebelum memasuki penutup, acara dapat dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh peserta mengikuti doa dengan khusyuk yang dipimpin oleh ustaz, penceramah, atau tokoh agama. Doa bersama ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keberkahan, kesehatan, keselamatan, dan kebaikan bagi semua yang hadir.

7. Penutup

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, pembawa acara dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, panitia, maupun pengisi acara yang telah hadir. Jika diperlukan, acara dapat ditutup dengan penampilan yang telah disiapkan oleh panitia. Penampilan tersebut bisa berupa grup marawis, grup hadrah, musik religi, maupun pertunjukkan dari anak-anak yang ikut memeriahkan acara.

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, momen kebersamaan biasanya berlanjut melalui makan bersama dan ramah tamah. Agar suasana semakin nyaman, panitia perlu menyiapkan hidangan yang praktis dan dapat dinikmati semua peserta. Hidangan seperti burger atau hotdog bisa menjadi pilihan yang tepat karena dapat dinikmati tanpa alat makan dan menjadi favorit banyak orang.

Lengkapi Berbagai Acara dengan Bangor Big Order

Tak hanya susunan acara, konsumsi juga menjadi salah satu hal penting yang perlu disiapkan saat mengadakan peringatan Maulid Nabi. Apalagi jika dihadiri oleh banyak peserta, menyiapkan makanan dalam jumlah besar perlu disiapkan sejak awal agar kebutuhan konsumsi terpenuhi dengan baik. 

Melalui layanan Bangor Big Oder, kamu bisa memesan berbagai menu Burger Bangor dalam jumlah banyak untuk melengkapi kebutuhan konsumsi acara. Layanan ini membantu panitia menyiapkan konsumsi acara dengan lebih mudah dan praktis. Dengan begitu, panitia dapat lebih fokus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar tanpa terlalu repot mengurus hidangan acara.

Selain itu, menu yang lezat dan mudah disantap membuat Burger Bangor menjadi pilihan terbaik untuk menemani kebersamaan Maulid Nabi. Para tamu undangan dapat menikmati hidangan lezat sambil bersilaturahmi dan berbincang bersama.

Baca juga: Cara Menghitung Porsi Catering yang Pas untuk Berbagai Acara

Yuk, siapkan kebutuhan konsumsi untuk acara Maulid Nabi dengan hidangan praktis dari Burger Bangor. Hubungi +62 813-1875-2885 untuk layanan Bangor Big Order!

EVENT · Payday Sale

Payday Sale

Related Article